Rabu, 22 Maret 2017

Review film: Mongol The Rise of Genghis Khan



Mongol: The Rise of Genghis Khan adalah sebuah film kolosal yang menurut sebagian reviewer film adalah salah satu film kolosal terbaik yang pernah dibuat, Sesuai dengan judulnya, film yang dibintangi oleh Tadanobu Asano dan Chuuluny Khulan bercerita tentang perjalanan hidup seorang Genghis Khan yang bernama asli Temudgin seorang pemimpin atau Khan yang berhasil  menjadi pemersatu bangsa Mongol hingga bisa menaklukan hampir setengah planet Bumi.
Dalam film ini Sergei Bodrov mengambil seting permulaan saat Temudgin berumur 9 tahun, saat dimana anak laki-laki Mongol harus memilih pengantin untuk dijadikan istrinya kelak, di saat ayahnya brmaksud membawanya ke suku Merkit karena ayah Temudgin yaitu Esugei (Ba Sen) ingin berdamai dengan suku merkit sebab pernah menculik wanita dari suku tersebut untuk dijadikan istri, di tengah perjalanan mereka singgah di desa suku Ongirat dan bertemu Bortee yang kemudian dipilih menjadi istri oleh Temudgin, awalnya ayahnya tidak setuju karena sudah berjanji dengan suku Merkit, tetapi akhirnya Esugei menyetujuinya karena menurut Esugei  "Orang Mongol harus memilih istrinya sendiri".
Dalam perjalanan pulang, Esugei di racun di tengah perjalanan sehingga meninggal dan di sinilah awal penderitaan temudgin karena hak menjadi penerus Khan atas sukunya di rebut oleh Targutai (Sun Honglai) dan Temudgin berserta keluarganya dikucikan, akhirnya Temudgin berkelana sendiri di gurun dan padang savana hingga menjadi budak yang diperjual belikan tetapi keadaan inilah yang menempa Temudgin menjadi seorang pemimpin yang akhirnya bisa memimpin pasukannya menaklukan hampir separuh dunia dan mendapat gelar Genghis Khan yang berarti Khan dari segala-galanya.
Salah satu kekuatan film ini adalah karakter Temudgin yang begitu kuat meski umumnya orang mengenal Genghis Khan memiliki image bengis dan kejam tapi di film ini Temudgin di gambarkan sebagai orang yang cerdik, tegas dan bijaksana yang tahu bagaimana melindungi pasukan dan keluarganya, adegan yang paling bagus dalam film ini menurut saya adalah saat perang melawan Jamukha yang mnerupakan saudara angkat dari Temudgin.
Selain kelebihan yang sudah diulas di bagian atas tentu sebuah film memiliki kekurangan, kekurangan yang paling kentara dalam film ini adalah jalan cerita yang terkesan loncat-loncat dan kurang  detail. Jika saya harus memberi nilai untuk film ini, saya akan memberi nilai7,8/10.

Selasa, 21 Maret 2017

Postingan pertama



Halo guys, ini adalah tulisan pertama yang diposting di blog ini, setelah lama mencari kegiatan yang bermanfaat dan produktif untuk mengisi waktu luang, akhirnya saya memutuskan untuk membuat blog, apalagi dengan adanya wifi dan laptop tentu saya tidak akan mau waktusaya hanya untuk berselancar di dunia maya dan tidak menghasilkan apa-apa.

Mengapa saya memilih untuk menulis blog? alasan yang paling utama saya adalah ingin mengisi waktu luang, dan tentunya ingin berbagi info yang mungkin bisa berguna bagi yang berkunjung di blog ini, dan satu lagi bonus mengapa saya memilih blogging karena banyak orang yang mendapat uang dari blog.

Saya tidak menentukan niche atau topik utama yang dibahas di blog ini karena sudah tentu saya tidak akan membahas satu topik dan tidak ingin terpaku pada satu hal saja.
Dan akhirnya saya akhiri postingan saya kali ini semoga postingan saya yang akan datang bisa menjadi refrensi yang berguna bagi pengunjung di blog ini
Terima kasih...!